Maskot Fauna Provinsi Maluku

maskot maluku



                                                Burung Nuri Raja ( Alisterus amboinensis )


Nuri-raja ambon (Alisterus amboinensis), adalah burung nuri yang endemikyang ada di Pulau PalengMaluku dan Papua Barat di Indonesia. Terkadang, burung ini mengarah sebagai Nuri-raja Ambon atau Nuri-raja Amboina, tetapi sebutan-sebutan tersebut bersifat menyesatkan, karena burung ini juga ditemukan di banyai pulau lainnya selain terdapat di Ambon. Burung Nuri Raja Ambon sering disebut Nuri Raja saja. Hewan ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Moluccan King-parrotAmbon King Parrot, atau Amboina King Parrot. Sedangkan dalam bahasa latin burng endemik Maluku ini disebut Alisterus amboinensis. Nuri Raja atau Amboina King Parrot(Alisterus amboinensis) merupakan satu dari 3 anggota King Parrot (Genus: Alisterus) selain Nuri Raja Papua atau Papuan King Parrot (Alisterus chloropterus) dan Nuri Raja Australia atau Australian King Parrot (Alisterus scapularis). Penampilan jantan dan betina kelihatan sama, dengan kepala dan bagian atas badan yang didominasi dengan warna merah, sayap hijau (biru pada satu subspesies), dan punggung dan ekor biru. Enam subspesies diakui, tetapi hanya beberapa ini yang biasa pada avikultur. Di alam liar, burung ini mendiami hutan hujan dan memakan buah-buahan, biji-bijian dan kuncup. Ukuran mereka 35 cm. Ekornya panjang dan lebar. Kepala dan tubuh bagian bawah berwarna merah. Sayap mereka berwarna seluruhnya hijau gelap. Jantan dan betina mirip. Burung yang masih muda: terdapat mantel hijau, dan lingkar mata berwarna putih.Suara nuri-raja ambon mirip dengan suara panggilan Nuri-raja Sayap-kuning. Dapat ditemukan sampai ketinggian 1200 m. Berpasangan atau dalam kelompok kecil. Bertengger pada tajuk yang rimbun. Memakan buah-buahan termasuk buah Lithocarpus dan buah-buahan keras lainnya.



sumber

Informasi Lengkap Rute dan Tarif Kendaraan Umum Kota Ambon


Bus
Bus Damri tersediadiKota Ambon dengan biaya Rp.35.000 per orangJika anda ingin pergi ke bandarabus berangkat pada pukul04:00 WIT, 10:00 WIT dan 13:00 WITberangkat di depan Gong PerdamaianDunia.
Mobil Rental
Kebanyakan Hotel telah menyediakan mobil rental. Jika Anda ingin menyewa mobil sendiribiayanyasekitar Rp. 500.000, - untuk 12 jam.Harga ini termasuk sopir dan bensin. (Ada beberapa tempat sewa mobil, beberapa diantaranya terdapat di sepanjang jalan Setiabudi Rd hingga Gideon Farma, di depan Sibu-SibuCoffedi depan Abdulalie HotelAnda dapat menawar harga sewanya.(tergantung pada ukuran mobil dan jarak yang akan ditempuh)

Angkutan Umum
Angkutan Umum dapat ditemukan di Terminal MardikaAngkutan tersebutmenjangkau rute di seluruhpulau Ambon.Tujuan perjalanan angkutan tersebut tertulis di depannya. Karena tidak adatempat pemberhentian yang tetap sehingga anda perlu mengatakan "Stop" jika Anda ingin turun.Jika anda ingin menumpanginya, cukup dengan melambaikan tangan. Semua rute dalam kota biayanyaRp2.600- rute lain biayanya relatih lebih murah.
LIN I Rp. 2500,-
LIN II Rp. 2500,-
LIN III Rp. 2.500,-
LIN IV Rp. 2.600,-
LIN v Rp. 2.600
Batu Merah Rp. 2.500,-
Karang Panjang Rp.2.600,-
Ahuru Rp 2.800
Kusu-Kusu Sereh Rp. 2.600
Airsalobar Rp. 2.600,-
Kudamati Rp. 2.600
Benteng Atas Rp. 2600
G.Nona/Kramat Jaya Rp. 2.800,-
Mahia Rp. 3.200
Taman Makmur Rp. 2.600,-
Amahusu Rp2.800-
Soya Rp3.000-
Latuhalat Rp3.800-
Airlow Rp. 3.600
Serri Rp. 4.700,-
Kebun Cengkeh Rp. 2.600,-
Tantui Rp. 2.500,-
Dermaga Ferry Galala Rp. 2.500,-
Halong Baru/SMU Rp. 2.700,-
Lateri Rp 2.800,-
Batu Gong Rp. 3.300,-
Hutumuri Rp. 4.300,-
Leahari Rp. 4.700,-
Poka-Perumnas Rp. 2.500,-
Poka-Laha Rp. 3.300
Hunut Rp. 3.600,-
Hative Besar Rp. 5.000
Poka-Wayame permai Rp. 2.500,-
Hatalae Rp. 3.500,-
Kampung Keranjang Rp. 6.100,-
Batumerah Atas Galunggung Rp. 2.500,-
Kayu Putih Rp. 2.600,-
Hukurila Rp. 5.000,-
IAIN Rp. 3.000
Kopertis Rp. 2.800,-
Halong Atas Rp. 2.800,-
Waiheru Dalam Rp. 3.400,-
Hative Kecil Atas Rp. 2.600,-
Passo Rp3.300-
Laha Rp6.300- (ke bandara)
Suli (
rute NatsepaRp6.000-
Tulehu Rp8.000- (untuk kecepatan kapal dan feri untuk SaparuaHarukuNusa Laut dan Masohi)
Waai Rp8.000- (belut s
uci)
Liang Rp15.000- (feri ke Kairatu)

Ojek
Untuk tempat-tempat sulit anda dapat menyewa sepeda motor /ojek. Dia akan membawa anda ke manapunanda inginkan, tetapianda perlu tawar-menawar harga sewanya.Harga mulai Rp5.000- tapi ini untuk jarak yang dekat.Andadapat menemukannya di banyak sudut utama di Kota Ambon.
Becak
Untuk perjalanan dekat dalam kota,anda dapat menyewa becak.Sebelum anda menggunakannya, terlebih dahulu anda perlu menawar sewanya.


US$ 110 Juta Untuk Investasi PLTP di Tulehu Ambon


US$ 110 Juta Untuk Investasi PLTP di Tulehu Ambon Jakarta, EnergiToday -- Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tulehu di Ambon, Maluku yang sudah dirancang sejak akhir tahun 2013 yang lalu, saat ini telah memasuki pembebasan lahan. Dipastikan proyek ini akan menelan biaya investasi yang nilainya mencapai angka US$ 110 juta.

Menurut Senior Manager Geothermal PLN, Anang Yahmadi, saat ini PLN Tengah melakukan pembebasan lahan untuk pengeboran wilayah kerja panas bumi Tulehu.

Nantinya, apabila masalah pembebasan lahan selesai, tambahnya, PLN akan segera mengadakan lelang untuk engineering, procurement and construction (EPC). "Kami akan bangun infrastruktur lahannya dulu," tuturnya seperti yang diberitakan harian Kontan, Jakarta, Jumat (11/7).

Sebagai informasi, PLN telah memenangkan tender wilayah kerja panas bumi Tulehu ini pada 11 September 1997 dengan luas 1.920 hektare (ha) dan potensi panasbumi sebesar 100 megawatt (MW). Rencananya PLN akan membangun PLTP berkapasitas 2x10 MW.

PLTP Tulehu di targetkan bisa dituntaskan pada tahun 2018 atau 2019 mendatang. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dengan unit pertama sebesar 10 MW dan setahun kemudian unit II dengan kapasitas yang sama juga akan dibangun. Nantinya PLTP tersebut akan memenuhi kebutuhan listrik untuk kota Ambon dan sekitarnya.   [us/kn]




sumber

Hutan Lindung Gunung Nona

tugu hutan lindung gunung nona
DESKRIPSI HLGN
Kawasan hutan lindung Gunung Nona berdasarkan SK Menhut No 430/KPTS-11/1996 dengan luas 877.8 Ha yang berada di lereng gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, sekarang ini mulai rusak akibat ulah sekelompok oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan penebangan secara liar (Pohon jenis Akasi dan Eukaliptus) maupun kegiatan Galian C sehingga berdampak pada daerah tangkapan air…
Para perangkat desa (Amahusu) mengaku sudah berulang kali menjumpai kelompok orang yang tidak bertanggungjawab itu saat sedang menebang pohon dan keg Penambangan Galian C (Kepala Desa Amahusu, Edy. Silooy Selasa 10/11/2009).
Wali Kota Ambon M.J. Papilaja mengakui, daerah tangkapan air di Ambon memang semakin sempit karena alih fungsi. Kondisi itu sangat sulit dicegah karena kebutuhan tempat tinggal masyarakat pascakonflik sosial harus dipenuhi. Di sisi lain, lahan datar yang tersedia di Kota Ambon sangat terbatas. (Kompas 29/12/2006)…..
tugu hutan lindung gunung nona

REKOMENDASI
  1. Perlunya kegiatan penyuluhan dalam menjaga keberlangsungan Kawasan Hutan Lindung Gunung Nona (HLGN), terlebih khususnya masyarakat yang berada pada pemukiman baru yang berada dalam Kawasan Hutan Lindung Gunung Nona (HLGN).
  2. Perlunya kegiatan Reboisasi secara besar-besaran dalam menjaga keberadaan Kawasan Hutan Lindung Gunung Nona (HLGN) yang saai ini sangat memprihatinkan.
  3. Perlu adanya Perda Kota Ambon dalam memberikan sangsi dan larangan yang tegas dan secara nyata kepada masyarakat dalam menjaga Kawasan Hutan Lindung Gunung Nona (HLGN) baik untuk pembangunan pemukiman baru maupun kegiatan penambangan galian C dalam bentuk alasan apapun.
  4. Perlu dilakukan pembangunan menara pemantau yang lebih dari satu menara pemantau, mengingat luas arela kawasan Hutan Lindung Gunung Nona (HLGN) sebesar 877.8 Ha
  5. Perlunya dibentuk Perdes (Amahusu dan Urimesing) untuk menjaga keberadaan Kawasan Hutan Lindung Gunung Nona (HLGN), mengingat Kawasan Hutan Lindung Gunung Nona berada pada areal kedua desa.
  6. Faktor pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat pada pemukiman baru, menjadi faktor utama penyebab kegiatan penambangan (Galian C dan penebangan liar).
PENDEKATAN PERSUASIF
Pendekatan yg bisa dilakukan saat ini  (Anthoni A. TandayuS.Hut) adalah :
  1. Pendekatan budaya setempat. lakukan pendekatan dengan para pemangku adat disekitar HLGN (pemerintah negeri : bapa raja, latupati dll) dan tak lupa pula masyarakat negeri dilibatkan. buat kesepakatan secara adat untuk menjaga keberadaan HLGN, ada banyak contoh pendekatan-pendekatan konservasi tradisional di maluku khususnya maluku tengah, misalnya “sasi” dan hidupkan kembali lembaga-lembaga adat yg peduli terhadap keberadaan hutan.
  2. Mentukan zona-zona yang kritis sebagai zona adat dan libatkan semua stakeholders dalam kesepakatan budaya/adat setempat. zona-zona tertentu seperti kawasan sempadan mata air, kawasan sempadan sungai, kawasan sempadan jurang harus “di-sasi”, sebagai langkah menyelamatkan ekosistem di daerah tsb.
  3. Bangun ekonomi masyarakat disekitar hutan dengan ekonomi kerakyatan yaitu dengan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (bukan penambangan bahan galian gol C) dan jasa lingkungan (ekowisata).
  4. Lakukan pengontrolan terhadap pemerintah (dishut kota/prov) dalam pengambilan kebijakan HLGN, kalau seng salah dulu pernah ada inventarisasi HLGN, tahun 2003/2004.
  5. Usul penanganan khusus terhadap masalah ini, buat grand design dan Rencana Kelola Lingkungan 5 atau 10 tahun

tugu hutan lindung gunung nona


tugu hutan lindung gunung nona





Pahlawan Nasional Maluku Augustinus Siwabessy

Gerrit_Siwabessy

Gerrit A. Siwabessy dilahirkan dalam suatu keluarga petani dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga guru pada tanggal 19 Agustus 1914 di Desa Ullath Pulau Saparua. Ia keturunan keluarga besar Siwabessy dari Desa Ullath di Pulau Saparua. Setelah menamatkan pendidikan dasar, kemudian ke sekolah menengah MULO di Ambon dan tamat tahun 1931. Selanjutnya melanjutkan studi ke sekolah kedokteran NIAS di Surabaya. Tahun 1942 memperoleh ijazah dokter dan dalam tahun yang sama ditempatkan pada rumah sakit Siampang di Surabaya, mengepalai bagian radiologi sampai tahun 1945.

Pada zaman Jepang, ia dianiaya dan nyaris meninggal. Selain tugas pokok pelayanan kesehatan, ia mengurus pula para pengungsi orang-orang Maluku. Pada masa perang kemerdekaan, Siwabessy dengan pemuda Maluku turut berjuang dalam pertempuran Surabaya melawan tentara Inggris dan Belanda. Ia menjadi anggota Komite Nasional Daerah dan menghimpun pemuda Maluku dalam oraganisasi PRIM (Pemuda Republik Indonesia Maluku). Kemudian dibentuk “Devisi Pattimura” dan Siwabessy kepala stafnya. Bersama Mr. J. Latuharhary dan Dr. J. Leimena, memimpin masyarakat Maluku di Jawa dalam revolusi kemerdekaan. Pada tahun 1949 melanjutkan studi ke Inggris (London) dan mendalami bidang Radiologi dan Kedokteran Nuklir di London University.
Kembali ke Indonesia tahun 1962 diangkat sebagai Kepala Bagian Radiologi (Ilmu Sinar) pada rumah sakit pusat RSCM. Kemudian Dr. Siwabessy merintis pembinaan di bidang radiologi antara lain : mendirikan Sekolah Asisten Rontgen di RSCM, melatih para dokter penyakit paru-paru, mengatur dan membina kegiatan-kegiatan klinis dalam bidang radiologi di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Dr. Siwabessy kemudian diangkat sebagai Kepala Lembaga Radiologi Departemen Kesehatan dan juga menjadi ketua dari Panitia Penyilidikan Radioaktivitas dan Tenaga Atom. Pada tahun 1954 didirikanlah Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dan Siwabessy menjadi direkturnya.

Pada tahun 1956a, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Radiologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Prof. Dr. G. A. Siwabessy juga mengepalai Tim Dokter Kepresidenan. Pada Kabinet Pembangunan ia menjadi Menteri Kesehatan selama dua periode. Prof. G. A. Siwabessy juga mempunyai reputasi internasional dalam bidang keahliannya. Ia meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1981. Tokoh nasional dan “Bapak Atom” Indonesia ini dihargai jasa-jasa dan pengabdiannya oleh Pemerintah RI dan bangsa Indonesiaa sebagai seorang MAHAPUTERA INDONESIA yang besar dan dianugerahi bintang tertinggi yaitu “BINTANG MAHAPUTERA UTAMA”